All posts by Ari Hidayat

Jamhari Hidayat Bin Mustofa and Ari as a nickname, he was born in Palopo, South Sulawesi in 6th November 1994. He went from elementary school from SD Negeri 2 Inpres Tondo, Palu to Richmond Primary School, Adelaide where he followed his father to finish his master’s degree in 2006. He graduated his junior high school at SMP Negeri 117 Jakarta and his senior high school at SMA Negeri 9 Jakarta. He then continued his graduate program in Surabaya at Sepuluh Nopember Institute of Technology, Faculty of Science with the department of Statistics but in the following year he moved to Faculty of Marine Technology with the department of Ocean/Marine Engineering to follow his interests of energy, offshore, & pipeline engineering. During his studying at SMA Negeri 9, he was active in school Islamic activities under the Islamic organization known as AZZAM NINE- Rohis and work as a secretary-general for ikhwan. And with the briefing of that, he would continue his dakwah through he’s during and after college life (insya Allah). He also has strong enthusiasms in the field of current issues like Islamic politics, technologies, engineering-science, environmental, energy, and education.

INSPIRASI TURKI: LOST IN ISTANBUL (5/5)

Saat menjelang selesainya program Summer School, pada malam Kamis, tepatnya 12 Agustus 2015, yang malam-malam sebelumnya biasa langsung digunakan untuk ful istirahat karena padatnya kegiatan kampus ditambah tour dengan banyak berjalan kaki, saya bersama seorang teman, Humam, punya ide untuk mencoba keliling kota Istanbul di malam hari.

Destinasi pertama yang kami kunjungi saat itu adalah Cikis. Kami pun turun dari bis dan berjalan melihat berbagai aktivitas perdagangan sepanjang jalan berupa penjualan seperti lukisan, dompet, sepatu, pakaian, pedagang kaki lima, dan tempat penukaran uang. Di tengah sepanjang jalan, kami menyempatkan untuk mencoba salah satu jenis kebab yang cukup unik karena rasanya yang agak asin. Setelah berpuas diri dengan melihat aktivitas pasar malam dan mencicipi salah satu kebab, kami langsung kembali ke stasiun sebelumnya. Continue reading INSPIRASI TURKI: LOST IN ISTANBUL (5/5)

INSPIRASI TURKI: Masjid dan Mazhab (4/5)

Di tengah sibuknya peserta mengikuti Summer School di Istanbul, saya menyempatkan untuk beribadah Sholat Dzuhur di masjid yang tak jauh dari asrama yang ditempati. Yang unik karena sangat berbeda dengan kebanyakan masjid di Indonesia saat pertama kali mengunjungi masjid tersebut adalah letak tempat wudhu yang berada di bawah tanah sedangkan bentuk masjid ini seperti gedung secara umum dengan dua lantai yang ruang utamanya ada di lantai dua.

IMG_1701
Ruang utama masjid terdekat dari asrama

Continue reading INSPIRASI TURKI: Masjid dan Mazhab (4/5)

INSPIRASI TURKI: Perkembangan Iptek (3/5)

Disamping itu, saat saya mengikuti perkuliahan tentang Globalization and Emerging Markets: In Case of Turkey di bawah Departemen Ekonomi, saya menyadari alasan mengapa berkembang pesatnya perekonomian Turki selama hampir satu dekade terakhir ini karena tidak terlepas dari pesatnya perkembangan Iptek atau istilahnya R&D (Research and Development). Hal ini telah menjadi trend karena didasari atas kebijakan dewan peneliti dengan pemerintah seperti yang dituangkan dalam dokumen ‘The Scientific and Technological Research Council of Turkey, 2011’ di mana dewan tersebut telah membentuk suatu badan yang bernama Turkish Research Area (TARAL) di tahun 2004 sebagai penggerak mobilisasi atau penghubung mulai dari universitas, industri swasta hingga ‘BUMN’nya Turki. Hasilnya, tren investasi Turki di berbagai sektor penelitian atau STI (Science Technology and Innovation) yang dimulai sejak tahun 1998 semakin meningkat drastis ketika TARAL dibentuk. Selain itu, di sektor perusahaan bisnis telah menjadi pendorong utama untuk kemajuan STI selama ini.

Continue reading INSPIRASI TURKI: Perkembangan Iptek (3/5)

INSPIRASI TURKI: Attaturk dan Sekulernya Turki (2/5)

IMG_1622
Suasana Saat Melintasi Istiklal Street

Sekulernya Turki

Saat pertama kali tiba di kota Istanbul dan mencermati apa yang ada di sekitar, saya mendapati kemungkinan kita menganggap bahwa masyarakat di Turki sangat islami dibanding masyarakat kita mengingat Presiden Erdogan juga salah satu pemimpin yang cepat tanggap akan isu umat Islam dan apalagi Turki juga dikenal sebagai negara bekas kerajaan Utsmani. Namun, saya justru merasa kondisinya hampir sebaliknya bahkan masih lebih baik di Indonesia jika kita melihat kondisi masyarakatnya dalam konteks keagamaan. Akhirnya muncul satu kata dalam benak saya saat itu yaitu sekuler. Ya, negara ini ternyata masih kental akan sekulernya dilihat dari penampilan dan gaya hidup masyarakatnya apalagi di pusat keramaian. By the way, saya menilai hal ini karena saat itu tinggal di Besyol bagian Eropanya Turki dan entah seperti apa kondisinya kalau berada di bagian Asianya namun sepertinya lebih islami dari informasi yang saya dapatkan. Di samping itu, tidak bisa dipungkiri juga bahwa kentalnya sekuler ini tidak terlepas dari kondisi geografisnya di mana Turki berbatasan dengan negara-negara Eropa yang otomatis budaya baratnya cenderung mudah mempengaruhi masyarakat yang tadinya lebih islami dan menurut sejarah ini terjadi perlahan-lahan sekitar mulai dari abad ke-18 sebelum pada akhirnya Turki menggunakan sistem sekuler. Pasca runtuhnya Kerajaan Utsmani, negara Turki benar-benar diubah sistem kehidupannya ke arah sekuler di mana peraturan-peraturan dalam beragama Islam benar-benar dibatasi dan dikesampingkan meskipun dari dulu sampai saat ini mayoritas masyarakatnya mengaku sebagai seorang muslim. Bahkan dari salah satu informasi yang saya dengar, tiga turunan keluarga Turki pasca berdirinya sistem republik telah di’buta’kan dengan pemahaman Islam.
Continue reading INSPIRASI TURKI: Attaturk dan Sekulernya Turki (2/5)