IMG_1644

INSPIRASI TURKI: Attaturk dan Sekulernya Turki (2/5)

IMG_1622
Suasana Saat Melintasi Istiklal Street

Sekulernya Turki

Saat pertama kali tiba di kota Istanbul dan mencermati apa yang ada di sekitar, saya mendapati kemungkinan kita menganggap bahwa masyarakat di Turki sangat islami dibanding masyarakat kita mengingat Presiden Erdogan juga salah satu pemimpin yang cepat tanggap akan isu umat Islam dan apalagi Turki juga dikenal sebagai negara bekas kerajaan Utsmani. Namun, saya justru merasa kondisinya hampir sebaliknya bahkan masih lebih baik di Indonesia jika kita melihat kondisi masyarakatnya dalam konteks keagamaan. Akhirnya muncul satu kata dalam benak saya saat itu yaitu sekuler. Ya, negara ini ternyata masih kental akan sekulernya dilihat dari penampilan dan gaya hidup masyarakatnya apalagi di pusat keramaian. By the way, saya menilai hal ini karena saat itu tinggal di Besyol bagian Eropanya Turki dan entah seperti apa kondisinya kalau berada di bagian Asianya namun sepertinya lebih islami dari informasi yang saya dapatkan. Di samping itu, tidak bisa dipungkiri juga bahwa kentalnya sekuler ini tidak terlepas dari kondisi geografisnya di mana Turki berbatasan dengan negara-negara Eropa yang otomatis budaya baratnya cenderung mudah mempengaruhi masyarakat yang tadinya lebih islami dan menurut sejarah ini terjadi perlahan-lahan sekitar mulai dari abad ke-18 sebelum pada akhirnya Turki menggunakan sistem sekuler. Pasca runtuhnya Kerajaan Utsmani, negara Turki benar-benar diubah sistem kehidupannya ke arah sekuler di mana peraturan-peraturan dalam beragama Islam benar-benar dibatasi dan dikesampingkan meskipun dari dulu sampai saat ini mayoritas masyarakatnya mengaku sebagai seorang muslim. Bahkan dari salah satu informasi yang saya dengar, tiga turunan keluarga Turki pasca berdirinya sistem republik telah di’buta’kan dengan pemahaman Islam.

Attaturk Seperti Tuhan

Bapak Tua dengan Foto Pahlawannya
Bapak Tua dengan Foto Pahlawannya

Presiden Republik Turki pertama, Mustafa Kemal Attaturk, yang kita kenal banyak di berbagai media bahwa saat dikebumikan sempat terjadi beberapa kejadian yang menunjukkan adanya adzab duniawi yang ia dapatkan bahkan harus dibantu beberapa ulama untuk mampu menguburinya di tanah namun hasilnya selalu ada hambatan hingga akhirnya mayatnya dikubur di celah-celah batu marmer karena mengingat dialah yang menghancurkan sistem berasaskan nilai-nilai Islam atau khilafah dan menjual Palestina di tangan kaum Yahudi saat berhasil berkuasa. Tidak mengherankan jika Attaturk (Bapak Turki) adalah simbol kejahatan bagi umat Islam (sejatinya) namun entah sihir apa yang digunakan oleh Atatturk semasa hidupnya hingga masyarakatnya hari ini terus mengenang dia sebagai pahlawan besar walaupun sudah puluhan tahun meninggal. Hal ini dilihat dari berbagai lokasi mulai dari universitas, restoran, dan tempat-tempat pusat keramaian selalu ada saja foto atau patungnya dengan kutipan bijaknya. Berbeda dengan kita di Indonesia di kelas misalnya, setiap pergantian presiden tidak lama foto di kelas akan diganti namun kelas universitas Turki tidak demikian malah foto Attaturk yang terus diabadikan.

IMG_1658
Foto Attaturk di Kelas

Bubarnya Khilafah Islamiyah (menilik sejarah)

Hal ini tidak mengherankan sebab memang tidak bisa dipungkiri bahwa sejak abad ke-18 masyarakat Turki sudah mulai jenuh, kecewa, dan mengalami kesenjangan sosial karena kondisi kerajaan Utsmani yang juga sudah mulai kian melemah dan banyak campur tangan Yahudi dalam istana kerajaan ditambah mengalami kerugian besar setelah ikut Perang Dunia I. Di antara ciri-cirinya adalah lemahnya birokrasi, kemerosotan akhlak, adanya skandal korupsi hingga urusan wanita, dan belum lagi fitnah kejam oleh para kaum Zionis terhadap sultan dan jajarannya yang akhirnya perlahan masyarakat mulai makin gerah. Saat itulah, muncul gerakan Revolusi Pemuda Turki (Young Turk Revolution) di akhir abad ke-18 yang terus mengkampanyekan  ideologi sekuler dan mengiming-imingi jaminan kesejahteraan masyarakat dengan gaya hidup yang lebih modern seperti Eropa. Dalam kampanyenya juga, kelompok gerakan ini selalu menyalahkan ajaran Islam yang membuat Turki terbelakang dan menebar kebencian terhadap syari’at yang di anggap sudah kuno, serta menganggap ajaran-ajaran sufi sebagai lelucon.

Di samping itu, telah terjadi negosiasi yang amat panjang bahkan berlangsung bertahun-tahun tentang permohonan sebagian tanah Palestina untuk orang-orang Yahudi oleh, Bapak Yahudi Dunia, Theodor Hertzl, terhadap sultan terakhir, yaitu Sultan Abdul Hamid II. Ketika Sultan Abdul Hamid II terus bersikeras menentang permohonan Hertzl walaupun ditawari harta yang begitu berlimpah dan jaminan hutang akan lunas, akhirnya kaum Yahudi dengan sekutunya terus mencoba dengan berbagai strategi baru hingga Sultan Abdul Hamid tidak lagi memiliki kekuatan apapun selain mengumumkan konstitusi baru karena jajarannya sudah dipengaruhi oleh kelompok gerakan Freemasonry. Akhirnya Sultan membentuk Majelis Mab’utsan (semacam DPR) pada tahun 1908 yang di dalamnya bisa dimasuki oleh siapa pun termasuk kalangan Yahudi dan Nasrani. Tidak lama setelah itu, majelis tersebut mengeluarkan perintah pencopotan sultan. Hal ini terjadi karena majelis tersebut telah didominasi peran oleh kaum Yahudi.

Setelah kejatuhan Sultan Abdul Hamid II, kelompok gerakan Revolusi Pemuda Turki yang sudah di kontrol oleh Yahudi mengambil alih peran dalam pemerintahan Turki. Selanjutnya, tampillah Mustafa Kemal Attaturk sebagai bak pahlawan dan presiden republik pertama serta bantuan berbagai media yang terus menyebarkan kepahlawanannya karena keberaniannya dalam menentang institusi khilafah yang dikuasai rezim Abdul Hamid. Sedangkan, Sultan Abdul Hamid pasca lengsernya sebagai khalifah terakhir mengalami fitnah yang terus bertubi-tubi hingga masyarakat menganggapnya sebagai pengkhianat Turki.


Karenanya, tidak heran jika hari ini masyarakat sebagian besar masih mengenangnya sebagai pahlawan karena tanpa kebijakan-kebijakannya saat menguasai pemerintah Turki di awal-awal, masyarakat Turki tidak bisa menikmati nikmatnya kebebasan apapun dan pengaruhnya dalam kesejahteraan dengan sistem ekonomi liberal.

Di sisi lain kita tidak bisa pungkiri untuk bisa mengambil banyak pelajaran bagaimana akhirnya Turki berusaha agar bangkit secara ekonomi sehingga dapat sejajar dengan negara-negara Eropa dan memberi ruang bebas bagi umat Islam untuk menjalankan kewajibannya selama kurang hampir satu dekade terakhir pasca dibawah kepemimpinan Presiden Erdogan hari ini.

IMG_1754
Seorang Ibu berdiri di depan makam pahlawan Turki

Tinggalkan Jejakmu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s