10438927_737055956360060_1567992950264991478_n (3)

Belajar darinya, KOBAR RDK ’35

Di waktu menjelang petang ini dan hari ke-19 bulan Syawal pasca bulan Ramadhan, Aku tak mampu menahan rasa ingin menceritakan apa-apa yang selama ini menjadi ‘gangguan’ di pikiranku yaitu momen-momen yang tak terlupakan ketika Aku habiskan hampir separuh bulan Ramadhan di kampus ITS.


 …Inilah sepenggal kisah Ramadhanku

Semua berawal ketika Aku masih aktif mengikuti kuliah seperti biasa dan kulihat di berbagai mading maupun social media tampak poster JMMI terbaru tentang Open Recruitment Organizing Committee (OC) Ramadhan Di Kampus 1435 H (RDK ’35) edisi Ramadhan Penuh Cinta yang sontak membuatku ingin segera mendaftar karena kupikir ini bisa menjadi ladang untuk beramal di bulan Ramadhan kemarin sekaligus mencari teman baru. Tetapi, sebelum kuputuskan untuk mendaftar Aku mencoba mempertimbangkan bagaimana dampaknya ketika nanti Aku jadi bergabung untuk OC RDK. Aku bertanya pada diri sendiri, bukankah nantinya Aku harus mengorbankan sebagian besar kebersamaanku dengan keluarga di rumah mulai dari sahur hingga berbuka dan bukankah nantinya juga Aku harus siap menerima berbagai amanah dari acara yang berlangsung penuh satu bulan itu. Aku merenung dan terus merenung hingga aku putuskan untuk menunda beberapa hari sampai suatu ketika ada sesi sosialisasi rekrutmen OC RDK di dalam sebuah pelatihan yang diadakan oleh JMMI dan setelah para Steering Committee (SC) memaparkan tentang kegiatan acara RDK ’35, Aku kembali berpikir selain acaranya yang begitu menarik, mengesankan, dan penasaran dari sebuah video yang diputarkan mungkin Aku bisa lebih produktif dalam beribadah di bulan Ramadhan bersama teman-teman satu RDK ketimbang di rumah yang hampir selalu kurang bersemangat untuk memperbanyak ibadah. Disamping itu, tak lupa Aku berpikir jika diri ini ingin tetap istiqomah dalam menolong diennya dan meneruskan perjuangan Nabi Muhammad SAW sedangkan kapasitasku sebagai seorang hamba masih sangat kurang dari segi soft skill maka mungkin menjadi OC di RDK ini adalah kesempatan untuk meningkatkan kapasitasku sebagai hamba yang lebih dipercayai untuk melanjutkan dakwah nantinya.

Setelah mengalami keraguan yang dalam Aku putuskan untuk menghubungi sang Ibu dan mengetahui bagaimana sikapnya jika Aku jadi bergabung. Aku ceritakan seperti apa acaranya dan apa-apa manfaat yang bisa kuambil. Alhamdulillah, kudengar Ibuku merasa tidak masalah jika selesai semester kemarin Aku menunda kepulanganku untuk membantu mempersiapkan acara RDK yang akan dimulai tiga minggu kemudian memasuki bulan Ramadhan. Ketika Ibu sudah ridho, hati ini menjadi mantap untuk mendaftarkan diri menjadi salah satu OC RDK. Bismillah….

 Alhamduillah… setelah melalui proses pengisian form online dan tes wawancara, Aku diumumkan resmi menjadi OC RDK ’35 dan akan mengikuti acara Welcome Party (WP) RDK ’35 dengan seluruh panitia. Saat mengikuti acara WP di gedung SCC tak kusangka Aku bertemu dengan orang-orang yang semuanya hampir belum pernah Aku lihat sebelumnya dan memang inilah momen yang Aku harapkan sejak awal yaitu berkenalan dengan teman baru sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah. Setelah dipaparkan mengenai pembagian tim dan gambaran besar program kerja RDK ’35 ada sesi dimana sang Motivator dari luar memberi motivasi yang dalam bagi teman-teman seperjuangan yang telah memutuskan untuk tetap di Surabaya sebagai panitia acara RDK disaat teman-teman yang lain sudah berada di kampung halamannya masing-masing. Kurang lebih salah satu materi motivasi yang kudapat adalah bahwa hanya dengan keyakinan dari hati dan pikiranlah kita bisa meraih apa yang kita harapkan. Setelah melewati acara tersebut, sepanjang perjalanan ke asramaku Aku mencoba berusaha kembali meluruskan niat dan meyakini bahwa pertolongan Allah pasti datang di kala nantinya mengalami kesulitan.

 ….hanya dengan keyakinan dari hati dan pikiranlah kita bisa meraih apa yang kita harapkan.

 Beberapa hari kemudian, Aku mendapati sebuah SMS yang berisi bahwa Aku ditempatkan di Tim KOBAR (buKO BAReng) dan akan segera melaksanakan syuro perdana di Masjid Manarul ‘Ilmi ITS dengan anggota ikhwan lain serta pendamping SC yaitu, Mas Agus yang juga selaku Ketua RDK ’35. Disamping itu juga sebenarnya Aku juga ikut tergabung dengan tim yang konon paling teraktif, Tim Al-Fatih, yang  dipimpin oleh ikhwan luar biasa, Akh Azmy, serta juga pendamping SC paling tereksis, Mas Arif, setelah melakukan syuro bersama jauh-jauh hari sebelumnya. Setelah saling ta’aruf satu sama lain dengan ikhwan Tim Kobar, tiba saatnya pembagian job desk. Aku menghela nafas dan sedikit tertekan mengingat setelah dipaparkan seperti apa KOBAR dan bagaimana kondisi KOBAR tahun-tahun sebelumnya yang ternyata acara KOBAR adalah salah satu acara yang paling terbesar di RDK dari sekian banyak acara. Jika diperhatikan di proposal RDK ’35, maka dana terbesar yang dibutuhkan adalah acara KOBAR karena acaranya berlangsung dari tanggal 1 hingga 30 Ramadhan 1435 H. Adapun yang lebih menarik lagi adalah KOBAR bisa dikatakan sebagai sebuah acara representatif dari RDK itu sendiri karena banyak donatur akan memantau berlangsungnya acara KOBAR ketika berbuka puasa di Masjid Manarul ‘Ilmi. Aku sempat bingung antara bangga atau harus was-was menunaikan amanah yang besar ini setelah mengetahui hal-hal tersebut. Aku hanya bisa diam dan satu persatu teman-teman sudah menunjuk dirinya mengambil bagian job desk yang diminatinya dan hanya tinggal satu job desk yang belum diambil yaitu koordinator Tim KOBAR RDK ’35. Semua teman-teman pada akhirnya menunjuk Aku untuk menjadi koordinator mereka, Aku sempat menawarkan diri bertukar job desk dengan bagian administrasi karena mengingat Aku sebenarnya tidak bisa membantu sepenuhnya dalam satu bulan karena alasan-alasan syari’i yang tidak bisa ditinggalkan padahal niatku bergabung hanya ingin sekedar membantu menyukseskan beberapa acara tetapi Mas Agus berpesan untuk tetap optimis karena tidak masalah jika nantinya amanah yang berat ini akan diganti oleh yang lain asal Aku mau memaksimalkannya selama jadi koordinator nanti dan menyiapkan penggantiku nantinya. Akhirnya Aku hanya bisa bertawakal kepada Allah dan inilah susunan Tim Ikhwan KOBAR ’35: Mas Agus (SC), Fikri (Administrasi), Majid (Bendahara), Rhaisang (Perlengkapan), Wahyu dan Akbar (Konsumsi), dan Aku (Koordinator).

10410631_737816666283989_1594491070808684021_n
Penyemangat bagi Tim KOBAR

Pada saat sudah terbentuknya Tim Ikhwan KOBAR ’35, tinggal saatnya koordinasi dengan Tim Akhwat KOBAR ’35 dan karena itu Aku segera menghubungi koordinator akhwatnya untuk mengagendakan syuro perdana komunal. Besoknya di sela-sela waktu kosong yang suasananya menjelang Evaluasi Akhir Semester (EAS), akhirnya syuro komunalnya bisa berjalan dengan baik yang tidak terlepas bimbingan dari Mas Agus, Mas Arif,  Mbak-Mbak SC, dan juga Mas Nur yang mantan OC KOBAR sebelumnya yang meskipun bukan lagi panitia RDK tahun ini namun beliau tetap ingin membimbing kami hingga akhir bulan Ramadhan. Subhanallah…. Adapun agenda pertama yang perlu timku siapkan adalah mencetak nama-nama dosen serta logo-logo resmi di amplopnya yang berjumlah hampir seribu untuk yang akan disebarkan ke setiap perumahan dosen maupun jurusan jika rumah sang dosen berada di luar perumahan dosen. Awalnya kupikir sulit untuk mengetik nama-nama satu per satu melalui Microsoft Office Word dan Excel tapi setelah kutelusuri di internet ternyata ada cara mudahnya, “Alhamdulillah…,” gumamku. Selesai mencetak setiap amplop, Aku memuji kepadaNya ketika keesokan pagi harinya teman-teman dan Mas-Mas JMMI telah rela membantu memasukkan brosur-brosur undangan berupa calon donatur untuk acara KOBAR dari semalam tanpa Aku mengetahuinya. Perasaanku sedikit tidak enak padahal ini tugas timku dan menjadi sedikit tamparan bagiku jika amanah belum ditunaikan secara baik tapi aku yakin dengan cara inilah Allah ingin membantu hambaNya dan mungkin juga peringatan bagiku. Setelah semua amplop yang ditargetkan siap disebarkan, Aku mengagendakan syuro komunal lagi untuk membahas mekanisme penyebaran amplopnya kali ini tetap didamping oleh Mas Agus dan Mas Nur yang senantiasa merelakan waktunya untuk terus membimbing timku. Hasil syuronya adalah Tim Akhwat KOBAR menyebarkan di berbagai blok perumdos dan jurusan-jurusan di FMIPA sedangkan ikhwan mengambil porsi lebih banyak untuk pembagiannya sehingga Aku mencoba mengajak dari tim-tim lain untuk membantu menyebarkan di rumah-rumah dosen. Ada banyak suka-duka ketika aku bersama dengan anggota tim lain pada saat berkunjung ke rumah dosen pagi hingga malam karena tidak sedikit ternyata penulisan nama dan alamatnya masih ada yang salah sehingga terpaksa harus kembali untuk mencetak ulang dan juga tidak terlepas ketika berkunjung ke rumah dosen ada beberapa dosen mengekspresikan yang tidak welcome tetapi Aku tetap berhusnudzon mungkin salahku yang telah menganggunya. Mungkin ini adalah pembelajaran menjadi pribadi yang lebih bersabar dan tangguh ketika menghadapi hal-hal seperti itu karena mengingat saat itu masih tahap persiapan yang belum lagi berbagai masalah akan muncul pada saat bulan Ramadhan.

Suatu ketika saat sedang masih berusaha mencari donatur untuk acara KOBAR yang terkadang ada beberapa rumah dosen yang tidak ada penghuninya padahal jumlah dana yang dibutuhkan masih jauh dari target sementara hari H akan dimulai, para SC ikhwan akhirnya mengajak timku untuk berkunjung silaturahim ke rumah Pak Muslim. Singkat cerita, ternyata Pak Muslim yang dermawan ini adalah seorang alumni ITS dan merupakan donatur tetap dari acara KOBAR dari tahun-tahun sebelumnya yang mana beliaulah mencover hampir separuh dana Kobar yang dibutuhkan. Hanya kata-kata pujian kepada Allahlah yang bisa kulakukan dan berterima kasih banyak ke Pak Muslim karena telah meringankan begitu banyak beban yang dipikul oleh timku. Terkadang pula ada donatur yang ingin menyisihkan sebagian hartanya dengan menelpon untuk didatangi langsung oleh timku dan juga terkadang diluar dugaan kami ada saja donatur yang langsung menemui kami di sekpa (sekretariat pria) JMMI.

Tidak terasa ternyata diawal ada begitu banyak hambatan kulalui tapi Allah selalu saja memudahkannya. Benarlah firmannya yang dituangkan dalam surah Muhammad ayat 7: Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Tidak sampai disitu momen-momen yang kurasakan banyak hikmahnya yang bisa diambil ketika saat-saat menjelang memasuki bulan Ramadhan yaitu mencari warung makanan sambil mengingat keinginan Pak Muslim untuk bisa menjalin kerjasama dengan pihak warung yang kiranya porsi per nasi bungkusnya dapat memuaskan para jemaah nantinya dan selain itu yang terpenting adalah timku juga harus turut menyejahterakan warung-warung disekitar yang kiranya benar-benar sedang membutuhkan peningkatan usaha mereka. Tidak jarang ketika saat di bulan Ramadhan ada beberapa warung yang sempat protes mulai dari menelpon sampai mendatangi langsung ke kami hingga kami dimarahi karena telah melanggar sebuah perjanjian walaupun itu hal yang sepele namun berarti bagi mereka dan juga terkadang pada saat kita memesan sekian nasi bungkus tetapi keesokan harinya Aku lalai untuk mengingatkan temanku untuk menjemput warung yang sudah dipesan pada saat berbuka. Tidak jarang juga pada saat selesai tarawih ketika timku memutuskan untuk memesan nasi yang berjumlah sekian namun keesokan harinya ternyata jumlah jama’aah yang hadir jauh dari yang diprediksikan sebelumnya sehingga Aku harus segera memutuskan dengan banyak pertimbangan di lapangan untuk berapa jumlah nasi bungkus yang akan disebarkan setiap lingkaran yang dibentuk oleh jemaah hingga akhirnya sebagian terpampang ekspresi jemaah yang kurang mengenakan. Subhanallah! Jika teringat ini rasanya menyesal dan juga bersyukur karena ada begitu banyak nilai-nilai kehidupan yang bisa kuambil dan juga sebagai pembelajaran kedepan yang ternyata tidak salah Allah telah menggerakan hati ini untuk bergabung RDK sejak awal.  Maha benar atas janji-Nya. Pada akhirnya ketika bertemu masalah yang bertubi-tubi timku selalu berusaha untuk berinstropeksi dan evaluasi setiap tiga hari sekali sehingga tidak menutup kemungkinan hari makin hari pelaksanaan acara KOBAR berjalan lebih lancar dan hubungan dengan pihak warung pun semakin membaik bahkan ingin tetap menjalin kerjasama di tahun berikutnya.

10380624_738083572923965_6126884033302677822_o
Menu ta’jil oleh Tim Akhwat

 …Indahnya ukhuwah

Salah satu perbedaan yang mencolok menjadi bagian dari kepanitiaan acara RDK ’35 ini dibanding ketika aku menjadi panitia acara selain JMMI sebelumnya adalah indahnya persaudaraan, indahnya ukhuwah Islamiyah. Wallahi! Betapa indahnya dan sejuknya ketika bertemu pertama kali di gedung SCC saat WP dan melaksanakan syuro yang tak terhitung sampai-sampai kami disebut ‘manusia syuro’ di berbagai sudut Masjid Manarul ‘Ilmi dengan berbagai tim yang telah Aku diamanahkan bergabung mulai dari Tim Al-Fatih, Tim Kobar, Tim BUS (Buka Puasa Spesial), hingga Tim Gerakan Al-Qur’an 1435 selalu ada momen suka duka yang tak terlupakan seperti terkadang ada saat-saat dimana syuro hanya diikuti oleh segelintir ikhwan-akhwat, canda tawa yang menghiasi wajah ikhwan-akhwat diantara hijab, sampai para pendamping SC yang ikut jadi korban bahan candaan dan juga selalu ada sesi dimana untuk bermuhasabah di akhir dengan taujih-taujih yang menyejukkan hati. Teringat juga ketika setiap kali mengadakan cuci bersama yang terkadang dilaksanakan habis zikir pagi berjemaah atau setelah tarawih untuk alat-alat yang akan dipakai pada saat acara KOBAR berlangsung, awalnya memang sulit ketika Aku mengajak semua teman-teman yang ada untuk menuju ke tempat pencucian di dekat wudu pria namun alangkah lucunya pada saat mencuci, mereka begitu bergembira dan semangat sambil bercerita hal-hal yang lucu selama pelaksanaan RDK sampai mereka menamai kegiatan rutin ini sebagai CGPC alias Cuci Gelas Penuh Cinta. Sejak itulah istilah  penuh cinta sebagaimana slogan RDK kali ini, Ramadhan Penuh Cinta, semakin beragam seperti IPC (Ikhwan Penuh Cinta), SPC (Semangat Penuh Cinta;Syuro Penuh Cinta), LPJ (Lebaran Penuh Cinta), KKPC (Kurang Kerjaan Penuh Cinta), BPC (Busa Penuh Cinta) sampai semua hal dihubungkan dengan PC hingga akhirnya muncul juga istilah GJPC (Gak Jelas Penuh Cinta).

10380459_742682869130702_8879585320168677069_o
Dokumentasi CGPC IPC

Tidak berhenti sampai disitu ketika kurasakan betapa sejuknya ukhuwah menjalani amanah ini yaitu puncaknya ketika aku harus berpisah yang (jujur) Aku tak rela tidak merasakan lagi indahnya ukhuwah saat malam terakhir di sekpa setelah melakukan evaluasi harian acara KOBAR yang hanya diikuti oleh ikhwan-ikhwan itu saja namun ketika di akhir Aku ingin menyampaikan salam perpisahan karena harus mudik dan juga kondisi ibuku sedang sakit semua yang ada di ruangan sekpa satu per satu ikut merapat yang membuatku semakin berat untuk berkata-kata. Setelah itu, satu per satu teman-teman dan para SC juga turut menyampaikan kesan dan pesan selama Aku menjalani berbagai amanah di RDK ini namun ada satu kalimat yang dilontarkan oleh Mas Arif yang membuatku sedikit lega untuk menggantikan amanah ini kepada Akh Rhaisang yaitu bahwa salah satu tujuan bagi siapapun yang berpartisipasi dalam kegiatan dakwah seperti RDK ini adalah untuk membangun sebuah ukhuwah, ukhuwah yang nantinya bisa menjadi contoh di tengah-tengah masyarakat yang telah mengalami degradasi moral, ukhuwah yang nantinya bisa memberi banyak kebermanfaatan kepada umat, dan ukhuwah yang nantinya semoga Allah ridhoi untuk dipertemukan kembali di jannahnya. Aamiin ya rabbal ‘alamiin…


Itulah sepenggal kisah ramadhanku yang paling berkesan tahun ini, kuharap semoga Allah ridho terhadap tulisanku dan juga kusadari begitu banyak kesalahan yang telah kulakukan semoga kisah ini bisa menjadi sedikit bahan pembelajaran kedepan dan inspirasi bagi penerus untuk RDK yang lebih bermanfaat untuk umat. Tak lupa juga kumohon atas kesembuhan saudara kita yang merupakan salah satu partner terbaikku ketika berjuang untuk kobar ini sebagai bendahara , Akh Majid. Syafakallah wahai akh…

22 Syawal 1435

Tinggalkan Jejakmu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s