dare-to-dream

Before The Story Begins #1

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, Allah masih memberi kesempatan hamba yang lemah ini berbagi cerita yang insya Allah bermanfaat buat pembaca sekalian.

Sebenarnya sudah lama ingin saya berbagi cerita ini pada saat nanti berkumpul angkatan mengenai proses sebelum keberangkatan kami (saya dan Madi) dan pada saat kami berkunjung ke negeri jiran namun melihat sikon akhirnya saya memutuskan untuk membuat tulisan ini.

Saya makin termotivasi untuk membuat tulisan ini ketika hadir di acara International Office ITS: “Improving International Scholarship Access Ability” dengan Ichsan dan kebetulan Mas Fikri juga ikut. Alasannya? Pada saat workshop, peserta yang sudah berpengalaman ke luar negeri didorong untuk segera berbagi cerita ke orang-orang terdekatnya. 

Semuanya bermula dari informasi, saya mendapatkan informasi acara konferensi ini di akhir semester ganjil kemarin pada saat sedang aktif di facebook dan membuka link otcasia.org dari salah satu akun teman Facebook. Sebelum saya lanjut, ada hal yang ingin saya singgung:

Facebook dan Digital Generation 

Bagian ini adalah salah satu yang ingin seringkali saya share-kan dari dulu karena betapa banyak informasi yang bisa kita dapatkan melalui internet saat ini mengingat kita adalah generasi digital. Dengan memiliki kemampuan akses terhadap berbagai informasi maka otomatis akan ada banyak peluang untuk ber-explore entah itu karena mendapat wawasan baru, beasiswa, tawaran ikut exchange student/conference/summit atau lain-lainnya. Informasi dari mading di kampus yang sering kita (menurutku) hanyalah sekian dari ribuan informasi yang bisa diakses melalui internet. Tetapi realitanya kita justru kebanyakan hanya aktif di Social Media untuk sekedar membaca timeline yang isinya mungkin kurang bermanfaat. Benar gak? Padahal jika kita tahu bagaimana produktif dengan Social Media yang kita miliki maka akan terasa sangat bermanfaat contohnya informasi beasiswa yang sudah saya mencoba apply ke beberapa institusi, bertanya alumni lewat chat Facebook seputar kehidupan pasca kampus, mencari info-info workshop/seminar/talk show, Share berita-berita ‘positif’ (dengan harapan bisa menjadi catatan sedikit amal), atau bahkan bisa men-charge iman kita. Semuanya tergantung individu masing-masing, kalau saya pribadi saya biasa meng-add/like orang-orang produktif di Social Media entah karena dia memiliki prestasi keilmiahan yang baik, posisi tertinggi di suatu organisasi, atau tokoh agama karena rata-rata mereka inilah mengisi beranda saya yang bisa menambah wawasan baru. Bisa juga dengan bergabung grup-grup komunitas yang diminati, seperti punya keinginan untuk study abroad maka bisa Join Group Facebook semisal International Office ITS, Beasiswa Luar Negeri, atau PPI negara yang dituju.

Nah setelah mengetahui adanya informasi itu, tantangan berikutnya adalah bagaimana membaca informasi itu sendiri. Tidak semuakan mampu membaca atau menelaah suatu informasi dengan baik? Buktinya, kita bisa sama-sama lihat ketika diberikan info terbaru dari suatu link namun kita suka bertanya dengan meng-comment padahal jawabannya sudah jelas-jelas ada di link tersebut. Mungkin diperlukan kesabaran dan kemampuan akses di mesin pencarian untuk hal-hal yang kurang dimengerti yang bisa membantu memahami informasi tersebut.

So again, it’s all about information.

Saya ingat betul kata-kata dari Ketua IO ITS di workshop sebelumnya , beliau berkata bahwa tidak ada lagi alasan di generasi kita untuk mengatakan ‘Tidak Tahu’ karena di sekeliling kita sudah ada fasilitasnya tinggal bagaimana kita menggunakannya dan beliau juga sempat mengutarakan kekecewaannya terhadap generasi muda sekarang karena seringkali kita menggunakan fasilitas tersebut hanya untuk entertainment bukan sesuatu yang digunakan untuk menjadi jembatan mencapai impian kita.


Ketika saya membuka link acara konferensi tersebut, saya berusaha mengetahui sedetail mungkin apa yang ada di link tersebut apalagi tema konferensinya sangat erat dengan latar belakang program studi yang saya ambil. Pada saat di bagian Registration untuk menjadi peserta Offshore Technology Conference Asia tersebut di akhir bulan Maret kemarin, ada yang menarik bahwa biaya keikutsertaan khusus student adalah complimentary alias gratis sedangkan non-student biayanya sekitar 75 USD – 650 USD. Akhirnya saya mencoba mendaftar dengan online tanpa memikirkan bagaimana untuk kesananya.

Liburan semester ganjil berlalu dan kembali memulai aktifitas baru di semester genap yang seiring waktu berjalan saya sempat pesimis dan bingung bagaimana mencari biaya akomodasi di lokasi konferensinya. Saya sempat berpikir mungkin dari pihak kampus bisa membantu tapi alurnya belum saya cari tahu. Akhirnya sampai suatu ketika  pada saat mengikuti acara Himatekla yang bertemakan ‘Pengenalan Keorganisasian’ telah membuat saya optimis untuk tetap berangkat setelah mengetahui cerita dari Mbak Dini yang pernah ikut konferensi di Malaysia dengan bantuan dana oleh ITS. Akhirnya pasca acara tersebut dan di hari-hari berikutnya saya sering berkonsultasi ke Mbak Dini dan Mas Riyan tentang bagaimana membuat proposal pengajuan dana ke birokrat ITS. Setelah mengetahui segala alur proses pengajuannya dan contoh-contoh proposal sebelumnya, hampir dua minggu berikutnya proposal pengajuan dana acara Offshore Technology Conference (ASIA) akhirnya selesai. Kami memutuskan untuk mencoba mengajukan ke pihak BAAK ITS, Pembantu Rektor, Ikoma, dan Sponsor. Hasilnya alhamdulillah dari pihak Pembantu Rektor, sponsor, dan donatur bersedia membantu rencana anggaran kami.

Perlu diketahui bahwa tidak semudah yang dibayangkan untuk mencari dana tersebut sebab prosesnya menghabiskan waktu hampir sebulan dengan revisi proposal berkali-kali yang membuat kami harus bolak-balik ke rental komputer, menunggu seminggu hasil pengajuan proposal, hampir terkendala oleh kajur, ditolak pihak Ikoma, sempat menganggu proses perkuliahan, dan berbagai keluhan lainnya. Namun, saya sadar bahwa mencapai suatu target memang dibutuhkan suatu pengorbanan dan saya sangat bersyukur akhirnya masalah dana ini fix mendekati hari H.

Semua proses di atas tidak terlepas dari campur tangan Allah, acara Himatekla: Pengenalan Keorganisasian & LKMM TD, dukungan dari senior terutama Mbak Dini dan Mas Riyan, dan juga teman-teman terdekat.

Dr Roopleen — ‘If you have a dream, don’t just sit there. Gather courage to believe that you can succeed and leave no stone unturned to make it a reality.’

IMG_8259

The story continues…. #2

Tinggalkan Jejakmu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s