Mengapa Kita Perlu Menulis

A Call for Youth

Selama dua tahun (2008-2010), saya tinggal di asrama PPSDMS (Program Pengembangan SDM Strategis) Reg 3 Yogyakarta, suatu program beasiswa yang memberikan kami pelatihan kepemimpinan rutin dan tempat tinggal. Salah satu program utamanya adalah ‘Training Jusnalistik.’ Setiap bulan sekali, kami mendapatkan pelatihan kepenulisan dari jurnalis nasional, tentang pentingnya menulis, kaidah kepenulisan, hingga kami diwajibkan menuliskan satu artikel setiap bulan sebagai bagian dari evaluasi bulanan kmi. Dengan adanya tekanan untuk lebih aktif menulis, ditambah dengan dorongan sosial dari kawan-kawan yang hampir setiap pekan tulisannya mewarnai harian nasional atau juara lomba kepenulisan, tentunya keinginan untuk belajar menulis itu muncul. Siapa yang tidak akan meringis malu jika hidup satu atap dengan sosok seperti Wisnu Prasetya U. dan Arya Budi, yang tulisannya kerap nongol di koran nasional, padahal saya mau nulis apa aja masih bingung.

Tiga (3) tahun masa itu telah lewat. Walau kemampuan menulis saya tidak bisa meningkat drastis, minimal kepahaman akan urgensi menulis…

View original post 849 more words

Tinggalkan Jejakmu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s